Sudah dua malam ini saya susah tidur, otak ini rasanya tak henti memikirkan perkemahan yang akan saya ikuti hari rabu. Meskipun sudah beberapa kali ikut berkemah, baru kali ini rasanya semenegangkan ini. saya sampai susah tidur dua malam terakhir. Ini di kerenakan saya yang di beri tanggung jawab untuk mengurus segala keperluan yang akan kami bawa ke perkemahan tersebut, disamping itu saya sempat mengecewakan guruku……………………. Certanya begini
Sekitar 2
pekan yang lalu saya dan beberapa temanku di tunjuk untuk mengikuti kegiatan
perkemahan di daerah curio, saat itu saya di amanahkan untuk memnjadi
kordinator peserta dalam lomba debat di perkemahan tersebut, sayapun meresa
biasa2 saja kerena saya kira saya yang di suruh untuk menunjuk peserta mewakili
sekolah saya dalm lomba tersebut. Dan tentu saja saya sudah tau siaapa yang
akan saya tunjuk dalam kegiatan tersebut.
Setelah
beberapa hari, saya di hubungi oleh Pembina saya, dia mengatakan’’ bagaimana
persiapanya debat’’ enteng saja saya menjawab ‘’saya sudah menunjuk adik
kelas’’ Pembina saya langsung balas ‘ok tidak ada bantara yang bolek ikut
perkemhan’’ langsung saya bertannya’’kenapa’’ lalu di jawab ‘’karena sudah
tidak mau di atur’’ .dan taj lama kemudian saya lihat ada pesan masuk di WA dan
ternyata itu pembina saya yang chat di grup ankatan kami yang intinya memarahi
semua bantara.
Dan di situ
saya sangar merasa bersalah dan perasaan takut menyelimuti diri saya beberapa
malam saya susah tidur dan siangya saya takut bertemu Pembina saya. Perasaan
tersebut berlangsung sekitar satu pekan lebih, dan akhirnya pada hari kamis
sebelum pulang saya mendengar ad pengumuman di kantor yang mengatakan nahwa
semua bantara agar datang ke sekolah jam 3 sore. Sontak perasaan takut
menyelimuti saya pikiran saya saat itu bahwa aka nada pemecatan bantara, saya
akan di pecat di depan teman2 bantara. Dan setelah sampai di rumah saya betul2
mengharapkan agar hujan turun dengan deras agar saya punya alas an untuk tidak
datang ke sekolah jam 3.
Namun
akhirnya takdir berkata lain hujan tak kunjung turun meskipun langit sudah
gelap di tutupi awan yang sepertinya sebentar lagi akan memuntahkan rintik
hujan, dan akhirnya saya memberanikan diri untuk pergi ke sekolah, saya ingat
bahwasanya masalah itu ada untuk di selesaikan bukan untuk di takuti dan dalam
pikiran saya, saya akan terus terus seperti ini susah tidur kalau terus lari
dari masalah. Dan akhirnya saya sampai di sekolah tapi ternyata teman2 yang
lain sudah kumpul di aula sekolah. Tapi anehnya saya tidak mendengar satupun
oarng bersuara dalam aula tersebut. persaan saya semankin takut, sekitar 5
menit kami hanya duduk di luar sambil sesekali menarik nafas dalam dalam
berharap ketegangan kami berkurang.. ohhh iya saya terlambat tidak sendirian
saya bersama teman saya yg kkebeltualan tidak memiliki kendaraan untuk ke sekolah dan saya pergi menjemputnya
terlebih dahulu sebelim sampai ke sekolah.
Setelah
beberapa lama kami di luar salah satu teman kami yg tidak terlambat keeluar
memanggil kami agar segera masuk. Setelah Tarik nafas panjang kami pun masuk
dan duduk paling belakang.pembina kami pun mulai berbicara ternyata dugaan saya
salah sebenarnya Pembina kami mengumpulkan kami karena ada dua kegiatan
perkemahan yg harus kami ikuti dan saya di tunjuk untuk menjadi penagggung
kawab di kegiatan satunya. Pembina kami mengatakan ini kesempatan kedua untuk
saya muda mudahan tidak mengecewakan. Sontak perasaan bahagia menyelimuti diri
saya ternyata sata dapat memoerbaiki kesalahan.
Komentar
Posting Komentar