Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2025

Merayakan Daya Juang

Tulisan Tahunan Tahun 2025, bagi saya, adalah tentang perjuangan. Mungkin saya tidak perlu menceritakan secara detail apa saja yang saya lakukan sepanjang tahun ini, karena sebagian besar sudah saya tuangkan dalam tulisan-tulisan sebelumnya. Tulisan ini akan berfokus pada pelajaran utama yang saya dapatkan selama menjalani 2025—pelajaran yang ingin saya bawa sebagai bekal untuk bertarung di 2026. ⸻ #1 Tekad yang Kuat Tidak Akan Merobohkan Tembok Takdir Setelah lulus kuliah, salah satu mimpi terbesar saya adalah bekerja di luar negeri. Saya mulai belajar IELTS, membuat paspor, dan menyiapkan berbagai persyaratan yang sangat menguras tenaga, waktu, dan materi. Ada banyak hal yang saya korbankan dalam proses itu. Namun, apakah semua pengorbanan tersebut membuahkan hasil di tahun ini? Ternyata tidak. Dengan rasa kalah, saya menarik napas panjang, mengelus dada, lalu pulang dengan renungan yang berat. Di titik ini saya belajar bahwa perjuangan hidup tidak selalu berakhir deng...

Perjumpaan sederhana

  One of the best things about traveling is that you never know who you’ll meet. New places always come with new stories—and sometimes, new friends too. It’s not just about the destination, but the unexpected kindness, laughter, and lessons along the way. Kak Opik Aku bertemu Kak Opik secara tidak sengaja di kereta saat perjalanan menuju Surabaya. kebetuln kursi aku dengan tasnya bersampingan jadi kami saling tukar cerita. Di perjalanan, Kak Opik bercerita bahwa ia baru saja  resign dari pekerjaannya di J&T . Keputusan itu tidak mudah. Ia lelah—bukan hanya secara fisik, tetapi juga mental. Ia ingin berhenti sejenak, menata ulang hidup, dan memberi ruang untuk dirinya sendiri. Ceritanya membuatku sadar bahwa setiap orang punya fase berat yang sering kali tidak terlihat dari luar. Aku tidak menyangka barang bawaannya seberat itu. Karena kebetulan kami satu kapal, kami akhirnya patungan memesan Grab mobil dan menginap di pelabuhan bersama. Malam itu penuh drama—menunggu kapal...

Dear my little self

  I know, throughout your life, you've rarely asked for anything for yourself. But there's one thing you've always wished for: to working and study abroad , with your own effort, because you had no privilege, nothing handed to you. I know how happy you were when you pass the ielts test . But… I’m sorry i didn’t win the war. i’m sorry i couldn’t push myself harder. Still, this is our biggest achievement, isn't it?  We have ielts certificate , we already have a passport and and the most important thing is that we have tried. It such a dream, we made it so far. So let's try again. And if we fail again... let's laugh, then try, try, and try... until our very last breath.

MEMBUKA GERBANG IMPIAN

Salah satu impian saya adalah menempuh pendidikan dan bekerja diluar negeri, untuk menjelajahi bumi, bertemu lebih banyak manusia dan bisa lebih banyak belajar. Saya percaya bahwa tidak ada yang instan dalam menggapai sesuatu yang besar, kita mungkin akan di hadapkan pada beberapa gerbang yang harus kita buka satu persatu, dan saya yakin bahwa kalau impian kerja atau menempuh Pendidikan di luar negeri, salah satu gerbang yang harus kita buka adalah gerbang Bahasa. Beberapa waktu yang lalu menjadi momen yang indah sekaligus mengharukan karena hasil tes IELTS(International English Language Testing System) yang saya dapatkan bisa di atas standar minimal untuk bisa ikut salah satu program ke Australia.   Australia mungkin tampak jauh, negeri seberang dengan tanah yang asing, tapi di sanalah mimpi ini saya titipkan, mimpi yang bagi orang yang lahir dan besar di dusun kecil rasanya mustahil untuk di wujudkan, apalagi dilingkungan yang jarang bahkan tidak pernah ada orang yang beker...

Terima Kasih

  Aku tidak tau kedepannya bakalan gimana tapi akan aku usahakan untuk bawa kalian ke kehidupan yang jauh lebih baik, mama tidak usah cape kerja lagi, papa tidak perlu kerja sekeras itu lagi, segala hal kan kuupayakan untuk melindungi kalian, kalian jangan pergi dulu ya, aku belum siap, aku gak bisa apa apa, aku mash butuh kalian, aku cuma anak kecil yang gak ngerti apa apa tentang dunia ini, tolong jangan pergi, terimakash sudah berjuang, menjual dunia kalian untuk aku, kalian segalanya, tolong, tolong jangan tinggalin aku ya, aku janji akan bekerja keras untuk kalian, buat kalian terus bahagia. I will never be able to repay you for the time and love you have shown me growing up, but please know that I love and appreciate all of it, every single day “

Mengakhiri

  Alhamdulillah hari Rabu 5 Februari 2025, pengumuman telah disampaikan, yudisium telah dilaksanakan, dan bersyukur telah sampai di titik yang dicita citakan: lulus sebagai Sarjana Teknik. Dari awal saya sadar bahwa perjalanan ini akan memakan waktu yg lama, Berkali-kali berfikir untuk berhenti, namun kembali berfikir untuk bertahan dan bertanya kenapa harus berhenti padahal memang begini namanya berproses (Tidak mudah) Mantra yg selalu ampuh untuk kembali bersemangat yaitu “Bertahanlah,kamu hamlir sampai”. sampai akhirnya berada di titik ini Memang salah, kami memulainya dengan memandang jauh kedepan, ke arah ketidakpastian, dan akhirnya fokus pada semua kesulitan. Untunglah kami tersadar, untuk memulai langkah dari yang bisa. Menyelesaikan satu-satu. Fokus pd yg sanggup dikendalikan. Hingga akhirnya, ketika melihat kembali ke belakang seakan tak percaya bahwa kita mampu melewatinya. Bukankah, kita semua pernah mengalaminya? Melalui tulisan ini, kami ucapkan terimakasih, pada mama...