Langsung ke konten utama

Pemuda Islam sebagai tumpuan bangsa


Pemuda Islam sebagai tumpuan bangsa

"Syubanul yaom, rijalul ghad" artinya oemuda dimasa sekarang adalah tumpuan bangsa.
"Inna fi yadi syubban amrol ummah, wa fi aqdamihim hayataha" artinya sungguh ditangan dan langkah pemudalah urusan dan hidupnya suatu ummat dan masyarakat.
Demikianlah yang disebutkan pepatah Arab yang menggambarkan betapa pentingnya peran pemuda dalam kemajuan suatu bangsa,
Mungkin tidak asing ditelinga kawan-kawan sebuah ungkapan" beri aku seribu orang dan dengan mereka aku akan menggerakkan gunung Semeru!! Beri aku sepuluh pemuda yang membara cintanya kepada tanah air dan aku aan mengguncangkan dunia" 
Itulah yang dikatakan bung Karno karena melihat potensi yang dimiliki pemuda sangat menunjang baik dari fisik maupun pemikirannya dalam mewujudkan kemajuan bangsa menjadi lebih baik.
      Hasan Al Banna mengatakan" Dalam setiap kebangkitan sebuah peradaban dibelahan dunia manapun maka kita akan menjumpai bahwa pemuda adalah salah satu irama rahasianya.
      Namun dalam Islam pemuda seperti apa sih yang dapat menjadi agen perubahan dan menjadi pemimpin yang baik dimasa depan?

1. Pemuda yang mampu melawan arus, yang berani merombak dan bertindak revolusioner terhadap tatanan sistem yang rusak,
   Karakteristik pemuda seperti ini dapat kita jumpai dalam surat Al-Kahfi Ayat 9-26 tentang ashabul Kahfi, yaitu 7 orang pemuda yang beriman kepada Allah yang mencari tempat berlindung kedalam gua untuk menyelamatkan Agama mereka yang terancam oleh penguasa yang memaksa mereka untuk menyembah tuhan selain Allah,
Lalu Allah menutup telinga mereka dengan menidurkan mereka dalam waktu yang tidak diketahui lamanya Secara pasti, kemudian Allah membangunkan mereka, setelah bangun mereka membicarakan berapa lama mereka tinggal di gua, tetapi tidak ada yang mengetahui berapa lama mereka tinggal di gua namun terasa oleh sebagian mereka setengah hari atau satu hari saja.

   Dalam ayat 13 surat Al-Kahfi digambarkan bahwa mereka itu adalah pemuda tangguh dan beriman kepada Allah dengan keimanan yang sangat kuat dalam hati mereka,
Kedua karekteristik inilah yang dibutuhkan para pemuda umat nabi Muhammad Saw sebagai agen perubahan untuk menjadi tumpuan bangsa.

2. Pemuda yang produktif, yang mampu memaksimalkan nikmat Akal dan nikmat Hati yang dikaruniakan Allah SWT.
     Kita tahu bahwa yang membedakan manusia dengan binatang/hewan adalah keberadaan akal da hati, tapi yang menarik dalam surat Al-Araf ayat 179 bukanlah keberadaan akal dan hati ini, tetapi bagaimana cara kita menggunakannya.
Lalu apa keistimewaan akal dan hati ini?
     Pertama: Akal
     Dengan adanya akal kita mampu berfikir dan dengan berfikir kita mampu memacu perubahan dalam diri kita.
     Kedua:Hati
     Hati ini kata Abu Al Hasan bahwasanya hati ini adalah sifat lembutnya ketuhanan yang ada pada diri manusia, jadi orang yang selalu menggunakan hatinya maka akan timbul sifat-sifat ilahiah, itulah sebabnya kita dianjurkan untuk Tazkiatun nafs supaya kita peka hatinya, Sifat-sifat ilahiah itu muncul, karena manusia punya hawa nafsu, punya syahwat, itu semua jika kita sering menggunakan hati kita maka akan diimbangi dengan ketakwaan dan kebaikan.
     
     Kenapa masa muda ini kita harus memanfaatkan kedua nikmat ini dengan sebaik-baiknya?
 Karena dalam Alquran surat Ar rum ayat 54 dikatakan"Allah-lah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian dia menjadikan (kamu) setelah lemah jadi kuat, kemudian dia menjadikan (kamu) setelah kuat itu lemah kembali dan beruban, Dia menciptakan apa yang dia kehendaki dan dia maha mengetahui, maha kuasa.

Jadi masa muda adalah masa kuat yang diapit oleh dua masa kelemahan yaitu masa anak-anak dan masa tua,
Oleh sebab itu kita harus memanfaatkan masa muda dengan sebaik-baiknya.
Karena dalam hadits At Tirmidzi dikatakan, tidak akan bergeser kaki seorang manusia oada hari kiamat dari sisi Rab-nya sebelum ditanya 5 hal salah satunya tentang masa mudanya dalam apa ia habiskan.



Semoga Allah SWT senantiasa memberikan Rahmat dan hidayahnya kepada kita semua

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dear my little self

  I know, throughout your life, you've rarely asked for anything for yourself. But there's one thing you've always wished for: to working and study abroad , with your own effort, because you had no privilege, nothing handed to you. I know how happy you were when you pass the ielts test . But… I’m sorry i didn’t win the war. i’m sorry i couldn’t push myself harder. Still, this is our biggest achievement, isn't it?  We have ielts certificate , we already have a passport and and the most important thing is that we have tried. It such a dream, we made it so far. So let's try again. And if we fail again... let's laugh, then try, try, and try... until our very last breath.

UNTUK JALAN PANJANG (2026 Dan Setelahnya)

  📍Pantai Bosowa    Ini sudah 2026. Beberapa tahun terakhir, waktu terasa bergerak begitu cepat. Tahun 2030 sekarang lebih dekat dari tahun 2020. And, can you believe that 2016 was a decade ago? Bukan hanya tahun yang bertambah—usia kita pun ikut bertambah. Aku sendiri kini berusia 24 tahun; kurang lebih 11 bulan lagi akan genap seperempat abad. Saat remaja, aku pernah membayangkan diriku di usia 25 tahun: sudah menikah(haha), menjalani rutinitas yang padat, dan hidup jauh dari rumah—seperti yang sering kulihat di televisi. Namun nyatanya, aku masih di sini. Menjadi warga biasa, hidup dengan tempo lambat, dengan mimpi-mimpi yang masih jauh dari kata selesai. Kehidupan yang dulu kubayangkan mungkin memang bukan untukku—atau mungkin belum.      Akhir-akhir ini aku sering bertanya pada diriku sendiri: apakah orang-orang yang kutemui setiap hari menjalani hidup seperti yang benar-benar mereka inginkan sejak dulu? Penjual tahu keliling, petani, guru, pejabat, d...

Merayakan Daya Juang

Tulisan Tahunan Tahun 2025, bagi saya, adalah tentang perjuangan. Mungkin saya tidak perlu menceritakan secara detail apa saja yang saya lakukan sepanjang tahun ini, karena sebagian besar sudah saya tuangkan dalam tulisan-tulisan sebelumnya. Tulisan ini akan berfokus pada pelajaran utama yang saya dapatkan selama menjalani 2025—pelajaran yang ingin saya bawa sebagai bekal untuk bertarung di 2026. ⸻ #1 Tekad yang Kuat Tidak Akan Merobohkan Tembok Takdir Setelah lulus kuliah, salah satu mimpi terbesar saya adalah bekerja di luar negeri. Saya mulai belajar IELTS, membuat paspor, dan menyiapkan berbagai persyaratan yang sangat menguras tenaga, waktu, dan materi. Ada banyak hal yang saya korbankan dalam proses itu. Namun, apakah semua pengorbanan tersebut membuahkan hasil di tahun ini? Ternyata tidak. Dengan rasa kalah, saya menarik napas panjang, mengelus dada, lalu pulang dengan renungan yang berat. Di titik ini saya belajar bahwa perjuangan hidup tidak selalu berakhir deng...