Carl gustaf jung salah satu pemikir paling berpegaruh di
dunia, merupakan orang yang pertama kali mencetuskan pengelompokan kepribadian
manusia menjadi introvert dan ekstrovert dalam bukunya yang berjudul psyikology
type yang terbit pada tahun1921. Dalam ilmu psikologi pengelompokan ini dibuat
berdasarkan bagaimana manusia memperoleh gairahnya, disebutkan bahwa ekstrovert
mendapatkan gairah dari interaksi sosial, sementara introvert dianggap
mendapatkan gairah dengan menyendiri,.
Carl jung percaya bahwa sebenarnya
tidak ada manusia yang seratus persen introvert ataupun ekstrovert, semua orang pasti memiliki keduanya , namun
setiap orang memang memiliki kecenderungan untuk menganut sifat yang lebih
condong ke introvert atau ekstrivert.
Perbedaan antara introvert dan
ekstrovert juga terletak pada bagaimana cara mereka memproses informasi atau
stimuli dari luar, informasi yang datang ke seorang introvert itu harus melalui bagian otak yang
berpegaruh dalam pembentukan memori jangka panjang, perencanaan dan
pengambilana keputusan. Mereka memproses inforamasi dengan dengan
menginternalisasikannya secara dalan terleebih dahulu , sehingga introvert akan
cenderung kehabisan energi ketika mendapatkan stimuli yang terlalu banyak dari
luar, cara berfikir yang komplek ini menjelaskan mengapa introvert selalu
berfikir panjang sebelum melakukan aksi atau tindakan, lebih sensitif dan suka
overthingking. Introvert cenderung lebih suka mendengar dari pada berbicara,
lebih suka berbicara tentang sesuatu yang bermakna seperti masa depan,
filosofi atau buku. Introvert bukan
berarti orang yang tidak suka bersosialisasi ataupun berpesta, introvert
sebenarnya sangat suka dan mengahargai itu semua namun mereka akan kehabisan
energi keti ka stimuli dari luar yang terlalu banyak , Sedangkan ekstrovert
tidak memerlukan proses yang panjang
atau rumit ketika mendapatkan informasi atau stimuli dari luar,
informasi yang datang ke ekstrovert itu hanya melewati bagian otak Yng
berpegaruh dalam merasakan sensasi tubuh. Hal ini menjelaskan menagapa ekstrovert
tidak suka berfikir panjang, cenderung bisa menghadapi konflik, tidak pernah
kehabisan topik pembicaraan, dan sukamenjadi pusat perhatian. Karena itulah
cara ekstrivert menghidupakan aktivitas otaknya dan dan memenuhi kebutuhan
sensasi dalam tubuhnya, sehinnga mereka malah terisi ketika mendapatkan stimuli
dari luar,
Introvert dan eksrtovert juga
memiliki paradigma yang berbeda dalam memandang dunia. Introvert lebih tertarik
dengan dunia yang ada dalam pikirannya, sehingga introvert lebih suka meluangkan
waktu dengan menyendiri, karean menyendiri adalah waktu dimana introvert secara
bebas berfikir dan berimajinasi sesuai dengan keinginannya tanpa merasa
dihakimi dan diperhatikan oleh orang lain. Sebaliknya ekstrovert lebih teratrik
dengan duania yang ada di luar, mereka lebih suka untuk bereksplosari dan
menemukan pengalaman secara langsung
yaitu bertemu denagan orang lain dan melakukan tindakan tindakan yang
menurut para introvert sangat beresiko.
Introvert bukanlah orang yang
pemalu, keduanya memang terlihat sama namun berbeda. Rasa malu adlah ketakutan
seseorang untuk mendapatkan penolakan sosial dari orang sekitar, sedangkan
eksrtivert adalah kecenderungan seseorang untuk kelelahan ketika mendaptkan
teralu banyak stimuli dari luar, seorang pemalu bukan berati penyendiri, mereka
bisa saja datang dari seorang ekstrovert yang
membutuhkan stimuli dari luar. Namun merekah hanya takut dengan
penolakan ketika harud berinterski dengan orang lain. Bill gates adalah contph
dari seorang introvert yang tidak pemalu, kita bisa lihat dari kemampuan publuk
speakingnya.
Saya rasa sangat penting untuk kita
mengetahui kepribadian kita masing-masing.
Karena potensi terbesar itu akan tercapai ketiak kita mau belajar
meneriman dan memahami apa yang menjadi kekurangan dan kelebuhan kita, dan mau
belajar menerima dan memahami apa yang menjadi ke;ebiahan dan kekurangan orang
lain.
Setiap kepribadian memiliki
kelebihan dan kekurangan masing masing, malah kediuanya akan saling melengkapi
, membentuk kehidupan yang lebih seimbang dan membuat manusia dapat
menyelesaikan masalah masalaj yang kompleks.
menjadi introvert di dunia yang
semakin brisik bukanlah hal yang mudah, tetapi berusaha menjadi orang lain
dengan terus berpura-pura dan memaksakan
dirin akan jauh lebih melelahkan. Maka yang saya lakukan adalah dengan meneriam
kepribadian yang kita miliki sebagai sebuah anugarah sekaligus sebagai
kelebihan.
Dunia mebutuhkan intriovert dalam
versi terbaiknya dan dunia membutuhkan orang-orang yang mengenali dirinya
sendiri dengan kerendahan hati
Sumber
google
Youtube
:-rianto astono
-kevin tanjaya

Komentar
Posting Komentar