Langsung ke konten utama

Sepenggal kisah


 Tidak terasa Tahun 2022 sebentaar lagi usai, mungkin banyak yang bergumam dalam hati "perasaan baru kemarin tahun tahun baru eh udah mau tahun baru lagi aja", sadar atau tidak memang begitu adanya, setiap perjalanan waktu begitu cepat berlalu sehingga segala yang terjadi seakan baru "kemarin",

Tahun ini juga demikian,, tinggal menghitung hari maka tahun ini akan melenggang pergi dan hanya menyisakan kenangan.


Berbicara masalah kenangan,. begitu banyak kenangan bagi penulis selama tahun ini, bukan hanya kenangan indah tapi juga kenangan yang tidak menggembirakan,,


banyak target yang tidak tercapai maksimal di tahun ini, sedih juga ngingatnya, padahal kalau dipikir-pikir seharusnya targetnya bisa tercapai semua, tapi memang sifat dasar manusia, ada saja rasa malas yang tiba-tiba hinggap. tapi sedikit terobati dengan banyaknya kenangan terukir selama tahun ini.


Tahun ini masih berkesempatan untuk melakukan perjalanan ke berbagai tempat baru, yang tentu saja perjalanan tersebut selalu saja membagi cerita baru, ilmu baru dan pengetahuan baru,


Bagi sebagian orang melakukan perjalanan mungkin untuk bersenang-senang, atau mungkin bahkan hanya sekedar untuk unjuk gengsi bahwa telah mengunjungi sebuah tempat, Bagiku tidak sesederhana itu, bagiku melakukan sebuah perjalanan adalah proses pembelajaran dalam kehidupan, diajarkan langsung oleh guru-guru kehidupan, ia bisa saja terlihat jelas di depan mata, atau ia bersembunyi di balik debu-debu jalanan.

Bertemu orang baru, melihat tempat baru, belajar hal baru itu mungkin yang akan kau dapatkan dalam perjalanan, tapi bagiku yang lebih penting adalah menjadikan diriku kembali baru, baru dengan segala kesadaran diri bahwa kita hanya sekedar musafir, yang kemudian akan pulang? Dan poin utamanya adalah ketika kita pulang, apa yang kita bawa? Foto ? Oleh- oleh? Cerita? Yang terpenting dari segalanya adalah hikmah, yang bisa kita tebar, sebuah diri baru yang lebih bijak dan lebih menghargai arti sebuah kata "kembali".

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dear my little self

  I know, throughout your life, you've rarely asked for anything for yourself. But there's one thing you've always wished for: to working and study abroad , with your own effort, because you had no privilege, nothing handed to you. I know how happy you were when you pass the ielts test . But… I’m sorry i didn’t win the war. i’m sorry i couldn’t push myself harder. Still, this is our biggest achievement, isn't it?  We have ielts certificate , we already have a passport and and the most important thing is that we have tried. It such a dream, we made it so far. So let's try again. And if we fail again... let's laugh, then try, try, and try... until our very last breath.

UNTUK JALAN PANJANG (2026 Dan Setelahnya)

  📍Pantai Bosowa    Ini sudah 2026. Beberapa tahun terakhir, waktu terasa bergerak begitu cepat. Tahun 2030 sekarang lebih dekat dari tahun 2020. And, can you believe that 2016 was a decade ago? Bukan hanya tahun yang bertambah—usia kita pun ikut bertambah. Aku sendiri kini berusia 24 tahun; kurang lebih 11 bulan lagi akan genap seperempat abad. Saat remaja, aku pernah membayangkan diriku di usia 25 tahun: sudah menikah(haha), menjalani rutinitas yang padat, dan hidup jauh dari rumah—seperti yang sering kulihat di televisi. Namun nyatanya, aku masih di sini. Menjadi warga biasa, hidup dengan tempo lambat, dengan mimpi-mimpi yang masih jauh dari kata selesai. Kehidupan yang dulu kubayangkan mungkin memang bukan untukku—atau mungkin belum.      Akhir-akhir ini aku sering bertanya pada diriku sendiri: apakah orang-orang yang kutemui setiap hari menjalani hidup seperti yang benar-benar mereka inginkan sejak dulu? Penjual tahu keliling, petani, guru, pejabat, d...

Merayakan Daya Juang

Tulisan Tahunan Tahun 2025, bagi saya, adalah tentang perjuangan. Mungkin saya tidak perlu menceritakan secara detail apa saja yang saya lakukan sepanjang tahun ini, karena sebagian besar sudah saya tuangkan dalam tulisan-tulisan sebelumnya. Tulisan ini akan berfokus pada pelajaran utama yang saya dapatkan selama menjalani 2025—pelajaran yang ingin saya bawa sebagai bekal untuk bertarung di 2026. ⸻ #1 Tekad yang Kuat Tidak Akan Merobohkan Tembok Takdir Setelah lulus kuliah, salah satu mimpi terbesar saya adalah bekerja di luar negeri. Saya mulai belajar IELTS, membuat paspor, dan menyiapkan berbagai persyaratan yang sangat menguras tenaga, waktu, dan materi. Ada banyak hal yang saya korbankan dalam proses itu. Namun, apakah semua pengorbanan tersebut membuahkan hasil di tahun ini? Ternyata tidak. Dengan rasa kalah, saya menarik napas panjang, mengelus dada, lalu pulang dengan renungan yang berat. Di titik ini saya belajar bahwa perjuangan hidup tidak selalu berakhir deng...