Aku tak pernah tau, siapa yang menanti daku disana, Apakah kamu perempuan di pelupuk jingga, Ataukah kau perempuan di bawah payung dalam deru angin dan hujan, Mungkin kau yang disana, yang diam-diam bercerita pada bulan Izinkan aku hanya berucap maaf, Untuk kalian yang bahkan akupun tak tahu siapa, Maaf karena mungkin lelah menanti, Atau telah penat menunggu, Aku bukan lelaki yang tak berani segera memberi pasti Namun arah angin tak terkira kemana Membawa begitu saja layar-layar kapal di lautan tapi jika engkau masih setia menanti, Bukankah kita masih punya tempat yang sama untuk berbagi ? arah yang sama untuk menghadap ? Disana, diujung sajadah-sajadah kita, Bercerita pada pemilik jiwa. Allahu Rabbi, La ilaaha illa anta.
-dmultiqalbi

Komentar
Posting Komentar