Sejatinya, tak ada yang perlu dirayakan dengan bertambahnya usia. Apalagi semakin dewasa, rasanya bertambah usia hanya seperti hari-hari biasa.
Tapi, mari kita ambil hikmahnya. Jika kecil ulang tahun menjadi momen bersenang, saat besar nampaknya ini jadi momen merenung
salah satunya, apakah kita benar-benar mendewasa atau sekedar menua?
Sulit juga menjawabnya, sebab tidak benar-benar ada barometer kedewasaan. la bukan seperti heart rate atau pace yang bisa dengan mudah dilihat pada smartwatch. la memang butuh direnungi..
Bagi saya, salah satu tanda dewasa adalah menghargai mereka yang peduli dan peduli hanya pada sesuatu yang berharga.
Menghargai mereka yang peduli, sebuah bentuk kesadaran sekaligus pengingat, bahwa kita tidak berjuang sendiri. Ada alasan mengapa kita berjuang, berlelah, dan berkorban.
Sebagaimana kehadiran kitapun menjadi alasan bagi mereka. Alhamdulillah, kehangatan ini Allah hadirkan melalui keluarga
Peduli pada sesuatu yang berharga, ini adalah kemampuan mengatur prioritas. Tenaga dan fokus kita yang terbatas mendorong kita untuk mengedepankan yang penting dan mendesak. Inilah alasan mengapa dewasa itu kerap kali
'kesepian', sebab bisa jadi masing-masing telah memiliki prioritas yang berbeda.
jadi, mari kita tanyakan lagi, kita benar-benar mendewasa atau sekedar menua?
(M atiatul muqtadir)

Komentar
Posting Komentar