Langsung ke konten utama

Postingan

UNTUK JALAN PANJANG (2026 Dan Setelahnya)

  📍Pantai Bosowa    Ini sudah 2026. Beberapa tahun terakhir, waktu terasa bergerak begitu cepat. Tahun 2030 sekarang lebih dekat dari tahun 2020. And, can you believe that 2016 was a decade ago? Bukan hanya tahun yang bertambah—usia kita pun ikut bertambah. Aku sendiri kini berusia 24 tahun; kurang lebih 11 bulan lagi akan genap seperempat abad. Saat remaja, aku pernah membayangkan diriku di usia 25 tahun: sudah menikah(haha), menjalani rutinitas yang padat, dan hidup jauh dari rumah—seperti yang sering kulihat di televisi. Namun nyatanya, aku masih di sini. Menjadi warga biasa, hidup dengan tempo lambat, dengan mimpi-mimpi yang masih jauh dari kata selesai. Kehidupan yang dulu kubayangkan mungkin memang bukan untukku—atau mungkin belum.      Akhir-akhir ini aku sering bertanya pada diriku sendiri: apakah orang-orang yang kutemui setiap hari menjalani hidup seperti yang benar-benar mereka inginkan sejak dulu? Penjual tahu keliling, petani, guru, pejabat, d...

Merayakan Daya Juang

Tulisan Tahunan Tahun 2025, bagi saya, adalah tentang perjuangan. Mungkin saya tidak perlu menceritakan secara detail apa saja yang saya lakukan sepanjang tahun ini, karena sebagian besar sudah saya tuangkan dalam tulisan-tulisan sebelumnya. Tulisan ini akan berfokus pada pelajaran utama yang saya dapatkan selama menjalani 2025—pelajaran yang ingin saya bawa sebagai bekal untuk bertarung di 2026. ⸻ #1 Tekad yang Kuat Tidak Akan Merobohkan Tembok Takdir Setelah lulus kuliah, salah satu mimpi terbesar saya adalah bekerja di luar negeri. Saya mulai belajar IELTS, membuat paspor, dan menyiapkan berbagai persyaratan yang sangat menguras tenaga, waktu, dan materi. Ada banyak hal yang saya korbankan dalam proses itu. Namun, apakah semua pengorbanan tersebut membuahkan hasil di tahun ini? Ternyata tidak. Dengan rasa kalah, saya menarik napas panjang, mengelus dada, lalu pulang dengan renungan yang berat. Di titik ini saya belajar bahwa perjuangan hidup tidak selalu berakhir deng...

Perjumpaan sederhana

  One of the best things about traveling is that you never know who you’ll meet. New places always come with new stories—and sometimes, new friends too. It’s not just about the destination, but the unexpected kindness, laughter, and lessons along the way. Kak Opik Aku bertemu Kak Opik secara tidak sengaja di kereta saat perjalanan menuju Surabaya. kebetuln kursi aku dengan tasnya bersampingan jadi kami saling tukar cerita. Di perjalanan, Kak Opik bercerita bahwa ia baru saja  resign dari pekerjaannya di J&T . Keputusan itu tidak mudah. Ia lelah—bukan hanya secara fisik, tetapi juga mental. Ia ingin berhenti sejenak, menata ulang hidup, dan memberi ruang untuk dirinya sendiri. Ceritanya membuatku sadar bahwa setiap orang punya fase berat yang sering kali tidak terlihat dari luar. Aku tidak menyangka barang bawaannya seberat itu. Karena kebetulan kami satu kapal, kami akhirnya patungan memesan Grab mobil dan menginap di pelabuhan bersama. Malam itu penuh drama—menunggu kapal...

Dear my little self

  I know, throughout your life, you've rarely asked for anything for yourself. But there's one thing you've always wished for: to working and study abroad , with your own effort, because you had no privilege, nothing handed to you. I know how happy you were when you pass the ielts test . But… I’m sorry i didn’t win the war. i’m sorry i couldn’t push myself harder. Still, this is our biggest achievement, isn't it?  We have ielts certificate , we already have a passport and and the most important thing is that we have tried. It such a dream, we made it so far. So let's try again. And if we fail again... let's laugh, then try, try, and try... until our very last breath.

MEMBUKA GERBANG IMPIAN

Salah satu impian saya adalah menempuh pendidikan dan bekerja diluar negeri, untuk menjelajahi bumi, bertemu lebih banyak manusia dan bisa lebih banyak belajar. Saya percaya bahwa tidak ada yang instan dalam menggapai sesuatu yang besar, kita mungkin akan di hadapkan pada beberapa gerbang yang harus kita buka satu persatu, dan saya yakin bahwa kalau impian kerja atau menempuh Pendidikan di luar negeri, salah satu gerbang yang harus kita buka adalah gerbang Bahasa. Beberapa waktu yang lalu menjadi momen yang indah sekaligus mengharukan karena hasil tes IELTS(International English Language Testing System) yang saya dapatkan bisa di atas standar minimal untuk bisa ikut salah satu program ke Australia.   Australia mungkin tampak jauh, negeri seberang dengan tanah yang asing, tapi di sanalah mimpi ini saya titipkan, mimpi yang bagi orang yang lahir dan besar di dusun kecil rasanya mustahil untuk di wujudkan, apalagi dilingkungan yang jarang bahkan tidak pernah ada orang yang beker...

Terima Kasih

  Aku tidak tau kedepannya bakalan gimana tapi akan aku usahakan untuk bawa kalian ke kehidupan yang jauh lebih baik, mama tidak usah cape kerja lagi, papa tidak perlu kerja sekeras itu lagi, segala hal kan kuupayakan untuk melindungi kalian, kalian jangan pergi dulu ya, aku belum siap, aku gak bisa apa apa, aku mash butuh kalian, aku cuma anak kecil yang gak ngerti apa apa tentang dunia ini, tolong jangan pergi, terimakash sudah berjuang, menjual dunia kalian untuk aku, kalian segalanya, tolong, tolong jangan tinggalin aku ya, aku janji akan bekerja keras untuk kalian, buat kalian terus bahagia. I will never be able to repay you for the time and love you have shown me growing up, but please know that I love and appreciate all of it, every single day “

Mengakhiri

  Alhamdulillah hari Rabu 5 Februari 2025, pengumuman telah disampaikan, yudisium telah dilaksanakan, dan bersyukur telah sampai di titik yang dicita citakan: lulus sebagai Sarjana Teknik. Dari awal saya sadar bahwa perjalanan ini akan memakan waktu yg lama, Berkali-kali berfikir untuk berhenti, namun kembali berfikir untuk bertahan dan bertanya kenapa harus berhenti padahal memang begini namanya berproses (Tidak mudah) Mantra yg selalu ampuh untuk kembali bersemangat yaitu “Bertahanlah,kamu hamlir sampai”. sampai akhirnya berada di titik ini Memang salah, kami memulainya dengan memandang jauh kedepan, ke arah ketidakpastian, dan akhirnya fokus pada semua kesulitan. Untunglah kami tersadar, untuk memulai langkah dari yang bisa. Menyelesaikan satu-satu. Fokus pd yg sanggup dikendalikan. Hingga akhirnya, ketika melihat kembali ke belakang seakan tak percaya bahwa kita mampu melewatinya. Bukankah, kita semua pernah mengalaminya? Melalui tulisan ini, kami ucapkan terimakasih, pada mama...

Mendewasa atau sekedar menua

  Sejatinya, tak ada yang perlu dirayakan dengan bertambahnya usia. Apalagi semakin dewasa, rasanya bertambah usia hanya seperti hari-hari biasa. Tapi, mari kita ambil hikmahnya. Jika kecil ulang tahun menjadi momen bersenang, saat besar nampaknya ini jadi momen merenung salah satunya, apakah kita benar-benar mendewasa atau sekedar menua? Sulit juga menjawabnya, sebab tidak benar-benar ada barometer kedewasaan. la bukan seperti heart rate atau pace yang bisa dengan mudah dilihat pada smartwatch. la memang butuh direnungi.. Bagi saya, salah satu tanda dewasa adalah menghargai mereka yang peduli dan peduli hanya pada sesuatu yang berharga. Menghargai mereka yang peduli, sebuah bentuk kesadaran sekaligus pengingat, bahwa kita tidak berjuang sendiri. Ada alasan mengapa kita berjuang, berlelah, dan berkorban. Sebagaimana kehadiran kitapun menjadi alasan bagi mereka. Alhamdulillah, kehangatan ini Allah hadirkan melalui keluarga Peduli pada sesuatu yang berharga, ini adalah kemampuan meng...

Keep trying

Saya selalu percaya bahwa kita di dunia ini punya jatah masing masing mau bagaimanapun kita berusaha kalau itu bukan takdir kita, kita tidak akan mendapatkan itu karena jatah kita bukan di situ, tapi kita harus cari tau bagian kita dimana, dengan cara mencoba, coba segala hal sampai akhirnya kita bertemu yang merupakan bagian dan jatah kita di dunia ini, takdir adalah bagian dari petualangan hidup kita kadang-kadang kita harus mencari dan menjelajahi untuk menemukan jalan yag benar benar milik kita , cobalah segala hal karena dalam setiap percobaan kita bisa menemukan jejak takdir kita dan saat kita menemukan itu kita mungkin akan terkejut tentang apa yang sebenarnya menjadi takdir, bagian dan peran kita di dunia ini.

Merawat semangat

Dari awal saya memang sudah meyadari bahwa ini akan jadi perjalan panjang yang mungkin melelahkan,     dan sadar bahwa akan ada konsekuensi ketika memutuskan memulai semua ini, konsekuensinya yaitu harus mau cape, sakit, pusing, dan sebagainya itulah namanya ujian. seperti halnya ketika mengaku beriman maka pasti ada ujian sebagaimana dalam surat Al-ankabut telah disebutkan. fungsi ujian ini adalah untuk mem filter yg mana yang sungguh-sungguh, dan mana yg sekedar main-main. maka kemampuan untuk merawat semangat seperti pada saat memulai sesuatu sangat dibutuhkan, teringat sebuah nasihat bahwa untuk menjaga api semangat tetap menyala adalah dengan mengingat kembali kenapa api itu kita nyalakan. Dan alasan utama saya dulu ketika memulai adalah karena orang tua dan unutk masa depan yg lebih baik. semoga kita semua selalu diberikan keikhlasan dalam menjalani apapun yaang telah kita mulai

Eksekusi

  Ujung dari Ilmu adalah amalan, Jangan sampai kita tahu ilmunya tapi lupa cara mempraktikannya karena banyak yang tahu caranya tapi belum tentu punnya keberanian untuk mengeksekusi, ada yg tahu jalannya tapi tidak punya kemauan dan keberanian untuk menuju kesana. di dunia ini banyak yg pintar, yg berwawasan tapi tidak punya kemampuan untuk mengubah pengetahuan menjadi aksi nyata, maka disinilah mental dan keberanian yg berbicara beberapa waktu lalu pas pulang kampung di minta untuk membawakan salah satu materi pada pengkaderan dan menjadi steering comite pada mubes, sebuah pengalaman yg luar biasa bisa berbagi ilmu dan juga belajar lebih banyak teentunya. semoga kita semua selalu diberikan kemudahan agar dapat mengamalkan ilmu kita.

memilih rasa sakit

"kemenangan pertama adalah menang terhadap diri sendiri" sikap inilah yg ada pada tokoh hebat dunia, mereka mampu memenangkan pertarungan terhadap dirinya sendiri sebelum memenangkan pertarungan dengan orang lain. menang melawan rasa malas, takut, malu dan sebagainya. Maka disiplin adalah kuncinya untuk melakukan sesuatu harus kita lakukan meskipun kita tidak menyukainya tapi kita lakukan karena sadar bahwa ini penting Sudah hampir 1 tahun kami selalu menyempatkan waktu untuk joging dan berusaha untuk mengurangi komsumsi gula, saya sadar bahwa kalau malas joging dan tidak menjaga makanan maka penyakit akan lebih mudah datang,  memang berat dan sulit tapi saya yakin kesulitan ini akan membawa kemudahan. maka chose your pain sekarang! pain of diciplin or pain of regret semoga kita semua bisa istiqomah dan konsisten dalam kebaikan

Sepenggal Cerita

Tidak terasa Ramadhan sebentaar lagi usai, mungkin banyak yang bergumam dalam hati "perasaan baru kemarin mulai puasa eh sudah mau lebaran aja", sadar atau tidak memang begitu adanya, setiap perjalanan waktu begitu cepat berlalu sehingga segala yang terjadi seakan baru "kemarin",  Di ramadhan tahun ini juga demikian, tinggal menghitung jam maka ramadhan akan melenggang pergi dan hanya menyisakan kenangan. Berbicara masalah kenangan, begitu banyak kenangan bagi say selama ramadhan ini, bukan hanya kenangan indah tapi juga kenangan yang tidak menggembirakan,, banyak target yang tidak tercapai maksimal di bulan ramadhan ini, sedih juga ngingatnya, padahal kalau dipikir-pikir seharusnya targetnya.bisa tercapai semua, tapi memang sifat dasar manusia, ad saja rasa.malas yang tiba tiba hinggap. Target ingin melaksanakan ujian proposal sebelum lebaran harus sirna karena jadwal ujiannya di tunda setelah lebaran, padahal sudah sangat berhrap tapi apa boleh buat Allah belum me...