Pendahuluan
Ada riset yang menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan manusia
untuk bisa fokus, atau rentang perhatian kita semakin hari semakin menurun,
dari angka 12 detik ditahun 2000, menjadi 8,5 detik ditahun 2015, bahkan
rata-rata rentang perhatian ikan mas melebihi rata ratarentang perhatian
manusia.
Kenapa ini
bisa terjadi?
Pada tahun 1997 seorang ekonom bernama Herbert simon telah
memprediksi dan memberikan sebuah peringatan bahwa kedatangan era informasi
yaitu era dimana informasi itu sangat kaya dan dapat di akses dengan mudah
meallui internet ataupun sosial media akan menciptakan suatu kemiskinan atau
bahkan kelangkaan terhadap atensi manusia “informasi mengomsumsi atensi,
karenanya kekeyaan informasi akan menciptakan kemiskinan atensi.
Pada tahun 90-an seorang fisikawan bernama Mk. Goldhapper juga
memberi sebuah peringatan bahwa ekonomi dunia telah mengalami sebuah
pergeseran, dari apa yang awalnya ekonomi berbasis materi menjadi ekonomi
berbasis atensi,
Jaman sekarang atensi manusia merupakan sumber daya yang paling
dicari oleh perusahaan2 besar untuk
mendapatkan keuntungan, hal ini membuat kita menjadi lebih susah fokus dalam
mengerjakan sesuatu atau belajar dengan tenang, semua ini dikarenakan kebutuhan
kita yang semakin besar untuk mendapatkan cheap dopamin, mengikuti tren2 yang
selalu berubah dengan sangat cepat, bermain game yang besifat adiktif dan masih
banyak lainnya
Apa yang
dapat kita lakukan(1)
Nilai atensi seseorang dapat diukur dengan melihat seberapa
lama orang tersebut, mampu meluangkan waktunya untuk fokus pada satu objek atau
kegiatan tertentu, dengan begitu untuk kita bisa fokus dalam waktu yang lama
kita juga perlu kemampuan untuk bisa menolak distraksi ataupun gangguan,
artinya kita butuh yang namanya SELF CONTROL
Self control merupakan kemampuan yang sangat penting untuk
kita bisa sukses dalam bidang apapun, ada riset yang menunjukkan bahwa
semakin tinggi kemmpuan seseorang untuk
bisa mengontrol dirinya maka semakin tinggi kecenderungan anak tersebut untuk
sehat secara fisik dan sukses secara finansial, bahkan studi ini menunjukkan
bahwa kemampuan untuk bisa mengonrtol diri itu menjadi faktor yang sama
pentingnya dengan latar belakang finansial seseorang ataupun nilai iq.
Salah satu bentuk self kontrol adalah pintar memanipulasi
emosi kita sendiri, karena ada riset terbaru yang menunjukan bahwa emosi
merupakan peran terpenting dalam menggerakkan aksi ataupun tindakan kita, maka
yang kita perlukan untuk bisa fokus dalam megerjakan sesuatu buakan hanya
mengandalkan pikiran logika kita saja tapi kita juga harus pintas dalam
memanipulasi emosi kita sendiri. Steve job pernah berkata”the only way to do
great work is to love what you do” artinya kita tidak akan mengrjakan sesuatu
secara maksimal jika kita tidak memiliki ikatan emosional dengan pekerjaan
tersebut, karena emosilah yang berperan menggerakkan aksi atau tindakan kita
bukan pikiran logika.
Tantangan kita diajaman sekarang adlah kebutuhan kita yang
semakin tinggi dan tidak masuk akal akan keinginan untuk mendapatkan kesenagan
jangka pendek melalui hp ataupun sosial media, karena sosial media memakasa
otsk kita untuk menampung begitu banyak informasi yang terkadang tidak relevan
yang membuat otak kita jadi over stimulin dan menghambat otak kita untuk bia
fokus, oleh karean iyu kita harus memberdayakan rasa bosan sebagai hal yang
oenting untuk mengistirahatkan otak kita.
Mungkin sekian
Semoga dapat dipahami

Komentar
Posting Komentar